Bekasi, Selasa 27 Oktober 2026. Nomor Eleven Platinum dan rekening yang dipakai jaringan ini untuk menarik deposit kini resmi tercatat dalam laporan polisi di Unit Reserse Siber Polres Bekasi dengan nomor STTLP/6182/8162/2026/POLRES BKS. Laporan tersebut dibuat oleh klien berinisial MK dengan pendampingan Legal Department Siber Group, setelah korban menerima tagihan deposit booking ladies sebesar Rp1.999.000 dan ancaman pidana ketika membatalkan pesanan. Artikel ini disusun sebagai rujukan cepat bagi siapa pun yang sedang dihubungi nomor tersebut dan ingin memastikan sebelum melakukan transfer.
Jaringan penipuan deposit hampir selalu berganti nama usaha, namun nomor kontak dan rekening penampung sering dipakai berulang kali. Karena itu, mencocokkan nomor WhatsApp dan nomor rekening merupakan cara paling cepat untuk mengenali pelaku yang sama. Pembahasan lengkap mengenai cara kerja jaringan ini dapat dibaca pada artikel penipuan Eleven Platinum berkedok booking ladies, sementara klaim legalitas perusahaannya diulas dalam artikel PT Eleven Platinum terlapor kasus penipuan deposit.
Nomor WhatsApp Eleven Platinum 085198612053
Nomor pertama adalah +62 851-9861-2053, yang juga dapat tertulis sebagai 085198612053, 0851 9861 2053, atau +6285198612053. Nomor ini memakai foto profil logo Eleven Platinum dan berperan sebagai admin pemesanan. Melalui nomor inilah korban menerima penawaran layanan pendamping, invoice INV-023 bertajuk Security Assurance Management, serta instruksi transfer deposit dengan tambahan kode tiga digit 189 atau 191. Admin juga menyebut lokasi layanan di Enso Hotel kawasan MM2100 Cikarang, padahal manajemen hotel telah memastikan bahwa nomor yang diberikan tidak terdaftar sebagai tamu dan hotel tidak terkait dengan jaringan ini.
Nomor yang Mengaku Advokat 085165543524
Nomor kedua adalah +62 851-6554-3524, yang juga dapat tertulis sebagai 085165543524, 0851 6554 3524, atau +6285165543524. Nomor ini muncul setelah korban membatalkan pesanan dan bertugas memberi tekanan. Pengirimnya mengaku sebagai Davidson Samosir, advokat PT Eleven Platinum, lalu mengirim foto kartu PERADI dan kartu visitor Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Korban dituduh melakukan tindak pidana pembatalan order, sebuah tuduhan yang tidak memiliki dasar karena pembatalan pesanan bukan tindak pidana. Identitas advokat yang dipakai nomor ini masih dalam proses verifikasi dan berpotensi dicatut tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Dua nomor dengan peran berbeda ini menunjukkan pembagian tugas yang rapi. Satu nomor bertugas menjual dan menagih, sementara nomor lain bertugas menakut nakuti ketika korban mulai ragu. Pola seperti ini lazim ditemukan pada jaringan penipuan yang terorganisasi, sehingga kemunculan nomor kedua setelah pembatalan justru menjadi tanda kuat bahwa transaksi tersebut tidak sah.
Rekening Hibank 6101015996
Deposit diminta untuk ditransfer ke rekening Hibank dengan nomor 6101015996 atas nama Muhammad Arif. Admin menegaskan bahwa pembayaran hanya boleh dilakukan melalui transfer antar bank dengan alasan menjaga nama baik kedua belah pihak. Invoice juga mencantumkan deretan bank dan dompet digital lain seperti BSI, BCA Syariah, MNC Bank, Panin Dubai, GoPay, ShopeePay, dan OVO, yang mengindikasikan jaringan ini menyiapkan lebih dari satu jalur penampungan dana.
Rekening tersebut tercatat atas nama perorangan, bukan badan usaha, meskipun pelaku mengaku sebagai perseroan terbatas. Nama pemilik rekening dicantumkan sesuai yang tertera pada bukti, sementara peran dan keterlibatannya menjadi bagian dari proses penyelidikan. Dalam banyak kasus serupa, rekening penampung dapat dibuka atau dipinjam atas nama pihak lain untuk menyamarkan pelaku utama.
Ringkasan Data yang Terlapor
- WhatsApp admin Eleven Platinum: +62 851-9861-2053 atau 085198612053
- WhatsApp yang mengaku advokat: +62 851-6554-3524 atau 085165543524
- Rekening tujuan: Hibank 6101015996 atas nama Muhammad Arif
- Email: [email protected]
- Nama pada invoice: Rheza Crisnanda, Management Ladies
- Nominal yang diminta: Rp1.999.000 ditambah kode 189 atau 191
- Nomor laporan: STTLP/6182/8162/2026/POLRES BKS
Jika Dihubungi Nomor Ini
Hentikan komunikasi dan jangan melakukan transfer dalam bentuk apa pun, termasuk ketika pelaku menjanjikan pengembalian dana atau mengancam dengan proses pidana. Simpan seluruh percakapan secara utuh beserta invoice yang dikirimkan, kemudian laporkan nomor tersebut melalui fitur laporan di WhatsApp. Rekening tujuan dapat dilaporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre yang dikelola OJK, dan nomor rekening juga dapat diadukan melalui layanan CekRekening agar terdata sebagai rekening terindikasi penipuan.
Bagi yang terlanjur mentransfer, laporan perlu dibuat secepatnya ke bank pengirim, IASC, dan unit siber kepolisian terdekat. Peluang pemblokiran dana sangat bergantung pada kecepatan laporan, karena dana di rekening penampung biasanya segera dipindahkan ke rekening lain dalam hitungan jam.
Pernyataan Legal Department Siber Group
Legal Department Siber Group telah menyerahkan seluruh data nomor dan rekening ini kepada penyidik Polres Bekasi untuk ditelusuri lebih lanjut. Pencocokan nomor dan rekening dari laporan masyarakat lain akan sangat membantu penyidik dalam memetakan jaringan dan jumlah korban yang sebenarnya.
"Nomor dan rekening ini sudah resmi terlapor. Siapa pun yang pernah dihubungi atau dirugikan oleh nomor yang sama kami dorong untuk ikut melapor, karena laporan dari banyak korban akan mempercepat penindakan," tegas Legal Department Siber Group.
Informasi dalam artikel ini akan diperbarui sesuai perkembangan penyelidikan. Pembahasan modus penipuan digital lainnya dapat diikuti melalui kanal berita keamanan siber Siber Group.



