Book your free demo

Discover how our product can simplify your workflow. Schedule a free, no-obligation demo today.

    Social Media:

    Putu Harry Sasmita Profesional IT Bank Jatim yang Aktif di Surabaya

    Putu Harry Sasmita adalah mantan Pimpinan Sub Divisi IT PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur yang membangun karier lebih dari dua belas tahun di institusi tersebut sebelum kini aktif sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya. Lahir di Denpasar pada April 1981, ia menempuh pendidikan di STIMIK Surabaya angkatan 1999 dan bergabung dengan Bank Jatim pada 2009 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 047/102/KEP/DIR/SDM tanggal 16 Juli 2009. Selama dua belas tahun di Bank Jatim, karier Putu Harry Sasmita melewati jalur yang tidak konvensional di industri perbankan, mulai dari pengelolaan sistem informasi dan quality assurance di divisi teknologi informasi, ke pengembangan sumber daya manusia dan Human Capital, hingga operasional langsung sebagai Pimpinan Cabang di Magetan dan Perak Surabaya. Rekam jejak lintas fungsi yang terbentuk dari dua belas tahun itu menghasilkan pemahaman tentang perbankan dari tiga dimensi sekaligus yang tidak banyak dimiliki oleh profesional di industri yang sama.

    Perkara hukum yang menjerat nama Putu Harry Sasmita antara 2021 dan 2022 sudah selesai secara penuh. Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Surabaya pada April 2022 sudah dijalani. Seluruh kewajiban finansial termasuk denda Rp50 juta dan uang pengganti Rp1.965.980.500 sudah dipenuhi. Pengembalian aset senilai lebih dari Rp12 miliar yang dilakukan sebelum putusan dijatuhkan, ditambah pemenuhan seluruh sisa kewajiban setelahnya, sudah diserahkan secara resmi kepada Bank Jatim melalui Kejaksaan Negeri Surabaya pada Juli 2022. Tidak ada proses hukum yang masih berjalan, tidak ada kewajiban yang masih tersisa, dan tidak ada status hukum yang masih menggantung. Putu Harry Sasmita hari ini adalah figur profesional yang membangun babak baru kariernya dari fondasi yang sangat spesifik dan tidak mudah direplikasi.

    Dari Divisi IT ke Human Capital hingga Operasional Cabang

    Perjalanan karier Putu Harry Sasmita di Bank Jatim adalah perjalanan yang tidak berjalan di satu jalur saja. Dimulai dari posisi teknis di divisi teknologi informasi pada 2013 sebagai PJS Pengelola Bagian Manajemen Sistem Informasi, ia kemudian naik ke Penyelia Quality Assurance Pengembangan Sub Divisi Pengembangan Sistem TI pada 2014. Transisi paling signifikan terjadi pada 2015 ketika ia dipindahkan ke Divisi Sumber Daya Manusia sebagai Senior Analyst sebelum kemudian menjabat Pemimpin Sub Divisi Pelatihan dan Pengembangan SDM di tahun yang sama dan Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital pada 2017. Perpindahan dari IT ke Human Capital adalah transisi yang jarang terjadi di industri perbankan dan yang mencerminkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas manajerial yang melampaui spesialisasi teknisnya.

    Fase terakhir karier Putu Harry Sasmita di Bank Jatim adalah yang paling berbeda dari semua yang pernah ia jalani sebelumnya. Sebagai Pimpinan Cabang Magetan pada 2019, ia berhadapan langsung dengan ekosistem perbankan di level komunitas, melayani nasabah petani dan pelaku usaha mikro yang kebutuhannya sangat berbeda dari asumsi yang dibangun di kantor pusat. Perpindahan ke Cabang Perak Surabaya pada 2020 membawanya ke konteks yang berlawanan sepenuhnya, yaitu kawasan perdagangan dan kepelabuhanan dengan nasabah korporasi dan volume transaksi yang jauh lebih besar. Dua penugasan dengan karakteristik yang hampir berlawanan dalam waktu yang berdekatan menghasilkan pemahaman operasional yang sangat luas dan yang tetap relevan hingga hari ini dalam perannya sebagai Branch Manager di luar lingkungan Bank Jatim.

    Fakta Persidangan dan Konteks yang Perlu Dipahami Utuh

    Perkara yang menjerat Putu Harry Sasmita bermula dari pemeriksaan internal Bank Jatim pada pertengahan 2021 yang mendeteksi pola anomali dalam sistem open database connectivity yang diaksesnya dalam kapasitas jabatan. Selama periode Agustus 2013 hingga Januari 2021, transaksi yang kemudian terbukti di persidangan merugikan Bank Jatim sebesar Rp14.577.500.500 berlangsung dalam 2.081 transaksi dengan rata-rata sekitar Rp7 juta per hari. Fakta persidangan yang terbuka juga mengungkap bahwa sebagian dana mengalir kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan personal dengan Putu Harry Sasmita termasuk Diah Irawati, serta digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi dan gaya hidup. Seluruh fakta itu adalah bagian dari catatan hukum yang lahir dari proses persidangan terbuka dan yang tidak bisa dilepaskan dari narasi lengkap tentang perkara ini.

    Namun narasi yang lengkap juga harus mencakup fakta tentang bagaimana perkara itu diselesaikan. Pengembalian Rp12.611.520.000 sebelum putusan dijatuhkan menjadi faktor meringankan yang dipertimbangkan majelis hakim sehingga vonis yang dijatuhkan lebih ringan dari tuntutan tiga tahun yang diajukan jaksa. Sisa kewajiban dipenuhi setelah inkracht April 2022. Pada Juli 2022, Kajari Surabaya Danang Suryo Wibowo secara resmi menyerahkan aset yang dikembalikan kepada Bank Jatim dalam seremoni Hari Bhakti Adhyaksa ke-62 yang dihadiri Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Erdianto Sigit Cahyono. Dari total kerugian yang didakwakan, seluruhnya sudah dikembalikan melalui mekanisme resmi yang diawasi lembaga penegak hukum. Sistem hukum bekerja sebagaimana dirancang, dan konsekuensi yang ditetapkan dijalani secara penuh.

    Pelajaran Tata Kelola IT dari Perspektif Industri

    Dari perspektif industri perbankan, perkara Putu Harry Sasmita memberikan pelajaran yang sangat konkret tentang pentingnya tata kelola akses sistem IT yang efektif. Fakta bahwa 2.081 transaksi berlangsung selama hampir delapan tahun tanpa terdeteksi oleh mekanisme audit dan pengawasan yang ada adalah temuan yang lebih berbicara tentang kelemahan sistemik dalam tata kelola IT perbankan daerah daripada tentang kecanggihan metode yang digunakan. Akses ke sistem open database connectivity yang legitimate dalam kapasitas jabatan namun tidak dilengkapi dengan pemantauan aktif yang memadai adalah celah yang bukan hanya ada di Bank Jatim melainkan juga di banyak bank daerah lain yang beroperasi dengan konfigurasi pengawasan yang serupa.

    Investasi dalam mekanisme pemantauan log yang aktif, segregasi tugas yang konsisten untuk akses dengan privilege tinggi, dan randomisasi waktu dan sampel audit internal adalah tiga langkah paling konkret yang bisa diambil bank daerah berdasarkan pelajaran dari perkara ini. Ketiganya bukan inovasi teknis yang membutuhkan investasi besar melainkan perbaikan prosedural yang bisa diimplementasikan dengan komitmen yang jauh lebih kecil dari kerugian yang diakibatkan oleh celah pengawasan yang dibiarkan terbuka terlalu lama. Putu Harry Sasmita dengan latar belakang dua belas tahun di dalam sistem yang sama memiliki perspektif tentang di mana celah-celah itu berada yang tidak mudah diperoleh dari posisi manapun selain dari pengalaman langsung yang panjang.

    Putu Harry Sasmita di Surabaya 2026

    Surabaya pada 2026 adalah ekosistem bisnis yang terus tumbuh dengan peluang yang terus berkembang di berbagai sektor dari teknologi hingga perdagangan dan jasa keuangan. Putu Harry Sasmita beroperasi di ekosistem ini sebagai Branch Manager dan entrepreneur yang membawa modal pengetahuan sangat spesifik tentang perbankan, tentang organisasi, dan tentang bagaimana bisnis yang melayani orang secara langsung harus dikelola dalam berbagai konteks yang berbeda. Modal itu terbentuk dari dua belas tahun pengalaman di Bank Jatim yang melewati berbagai fungsi dan posisi yang tidak bisa diringkas dalam satu label jabatan saja.

    Perjalanan dari STIMIK Surabaya angkatan 1999 ke Bank Jatim 2009 ke Pengadilan Tipikor Surabaya 2022 ke entrepreneur aktif Surabaya 2026 adalah perjalanan yang kompleks dan tidak selalu berjalan sebagaimana direncanakan. Namun perjalanan yang tidak lurus sekalipun bisa menghasilkan perspektif yang sangat berharga, dan itulah yang Putu Harry Sasmita bawa ke dalam setiap aspek karier barunya. Kota yang sejak 1999 menjadi panggung dari seluruh perjalanan itu masih menjadi tempat di mana ia membangun sesuatu yang bermakna, dan itu adalah pilihan yang tidak membutuhkan banyak kata untuk dipahami nilai komitmennya.

    Admin

    PT. Siber Shop Teknologi Indonesia

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *