Putu Harry Sasmita IT Perbankan dan Perjalanan Karier di Jawa Timur
Industri teknologi informasi perbankan di Jawa Timur telah melahirkan sejumlah profesional yang perjalanan kariernya mencerminkan kompleksitas dan dinamika transformasi digital yang berlangsung dalam ekosistem perbankan daerah selama dua dekade terakhir. Putu Harry Sasmita adalah salah satu dari mereka, seorang profesional yang membangun seluruh karier formalnya di industri ini dan yang perjalanannya melewati dimensi-dimensi yang jarang dilalui secara bersamaan oleh satu individu dalam institusi yang sama. Bergabung dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur pada 2009 setelah menyelesaikan pendidikan di STIMIK Surabaya angkatan 1999 dan melengkapinya dengan gelar M.MT, ia masuk ke institusi yang pada periode itu sedang dalam fase pembangunan kapasitas digital yang sangat aktif. Dua belas tahun yang menyusul adalah tahun-tahun yang membentuk pemahaman lintas fungsi tentang perbankan yang tidak mudah direplikasi melalui jalur karier manapun selain dari pengalaman langsung yang melewati berbagai lapisan organisasi dengan tantangan yang berbeda-beda di setiap tahapnya.
Jawa Timur sebagai provinsi dengan ekosistem ekonomi yang sangat beragam adalah konteks yang memberi warna sangat spesifik pada seluruh perjalanan karier Putu Harry Sasmita. Berkarier di Bank Jatim berarti berkarier di institusi yang melayani seluruh keberagaman Jawa Timur, dari nasabah korporasi di Surabaya hingga petani di kabupaten-kabupaten terpencil yang ritme ekonominya mengikuti kalender pertanian dan bukan kalender bisnis korporasi. Pemahaman tentang keberagaman itu bukan sesuatu yang bisa diperoleh dari posisi teknis di kantor pusat saja, dan perjalanan karier Putu Harry Sasmita yang pada akhirnya membawanya ke garis depan operasional cabang di dua wilayah yang sangat berbeda karakternya adalah yang menghasilkan pemahaman paling mendalam tentang bagaimana perbankan sesungguhnya bekerja di berbagai konteks yang berbeda.
Membangun Keahlian IT Perbankan dari Dalam
Posisi pertama Putu Harry Sasmita di Bank Jatim menempatkannya langsung di jantung operasional teknologi informasi perbankan. Sebagai PJS Pengelola Bagian Manajemen Sistem Informasi Sub Divisi IT Operasional dan Service Divisi Teknologi Informasi pada 2013, ia berhadapan dengan realita teknis dari sistem perbankan yang sudah berjalan selama bertahun-tahun di atas arsitektur yang dibangun berlapis-lapis seiring dengan perkembangan kebutuhan bisnis yang tidak selalu bisa diantisipasi sejak awal. Mengelola sistem seperti itu adalah pekerjaan yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang ketergantungan antar komponen yang tidak selalu terdokumentasi dengan baik dan tentang konsekuensi dari setiap perubahan yang dilakukan terhadap sistem yang sudah berjalan dalam kondisi operasional nyata.
Perpindahan ke posisi Penyelia Quality Assurance Pengembangan Sub Divisi Pengembangan Sistem TI pada 2014 memberikan dimensi baru pada pemahaman teknis yang sedang dibangun. QA di lingkungan perbankan bukan proses yang bisa dilakukan secara superfisial karena konsekuensi dari sistem yang lolos proses validasi namun memiliki kelemahan tersembunyi bisa sangat besar dampaknya terhadap layanan jutaan nasabah. Di posisi ini Putu Harry Sasmita mengembangkan cara berpikir tentang risiko sistem yang sangat berbeda dari perspektif seseorang yang hanya bekerja di sisi pengembangan atau operasional saja. Cara berpikir tentang skenario kegagalan, tentang titik-titik di mana sistem bisa berperilaku tidak sesuai ekspektasi, dan tentang mekanisme deteksi yang harus ada adalah perspektif yang dibawanya ke setiap peran berikutnya.
Transisi ke Human Capital dan Perspektif Organisasional
Ketika Putu Harry Sasmita dipindahkan ke Divisi Sumber Daya Manusia pada 2015, transisi itu merepresentasikan sesuatu yang sangat jarang terjadi di industri perbankan Indonesia. Profesional IT yang dipercaya memimpin fungsi pengembangan manusia bukan pola yang lazim karena dua bidang itu hampir tidak pernah bersilangan dalam satu jalur karier yang sama. Namun dari perspektif Bank Jatim yang sedang menghadapi tekanan transformasi digital yang membutuhkan peningkatan kapasitas seluruh lapisan pegawai, menempatkan seseorang yang memahami teknologi dari sisi teknis untuk memimpin fungsi pengembangan manusia adalah keputusan yang masuk akal secara strategis. Putu Harry Sasmita dalam kapasitas Pemimpin Sub Divisi Pelatihan dan Pengembangan SDM dan kemudian Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital membawa perspektif IT ke dalam cara ia merancang dan mengevaluasi program pengembangan kapasitas organisasi.
Tiga tahun di Human Capital antara 2015 dan 2018 memberikan lapisan pemahaman yang tidak bisa diperoleh dari posisi teknis manapun tentang bagaimana organisasi besar benar-benar berfungsi dari sisi manusianya. Gap kompetensi yang terlihat di level teknis seringkali berakar dari masalah yang lebih dalam di level organisasional, dan seseorang yang pernah bekerja di kedua sisi persamaan itu memiliki kapasitas untuk mengidentifikasi akar masalah dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh mereka yang hanya melihatnya dari satu sisi saja. Putu Harry Sasmita membawa kapasitas itu ke dalam peran-peran berikutnya dan ke dalam karier barunya sebagai entrepreneur yang harus membangun dan mengelola tim dari awal tanpa infrastruktur besar yang selama ini tersedia di lingkungan korporat.
Pimpinan Cabang di Dua Ekosistem yang Berbeda
Penugasan sebagai Pimpinan Cabang Magetan pada 2019 adalah titik di mana seluruh pemahaman teknis dan organisasional yang dibangun selama bertahun-tahun bertemu dengan realita operasional yang paling langsung dan paling tidak bisa disimulasikan di lingkungan kantor pusat. Magetan dengan ekosistem ekonomi yang didominasi pertanian, peternakan, dan pariwisata lokal mengajarkan sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang bisa dipelajari dari sistem dan kebijakan yang dirancang di Surabaya. Kepercayaan nasabah di sini dibangun satu interaksi dalam satu waktu, bukan melalui fitur aplikasi atau kemudahan transaksi digital yang menjadi standar ekspektasi di kota besar. Putu Harry Sasmita sebagai mantan profesional IT yang terbiasa berpikir dalam kerangka sistem dan skala menemukan bahwa di Magetan, faktor yang paling menentukan adalah hubungan personal dan relevansi layanan terhadap kebutuhan nyata komunitas yang dilayani.
Perpindahan ke Cabang Perak Surabaya pada 2020 membawanya ke ujung lain dari spektrum yang sama. Kawasan pelabuhan dengan ekosistem perdagangan dan logistik internasional, nasabah korporasi yang ekspektasinya tinggi, dan volume transaksi yang jauh lebih besar menuntut pendekatan yang sangat berbeda dari Magetan. Di sini kecepatan respons dan kapasitas menangani kebutuhan bisnis yang kompleks adalah yang paling dihargai, dan hubungan personal yang dibangun bukan lagi dalam kerangka komunitas lokal melainkan dalam kerangka profesional yang berbasis pada nilai konkret yang bisa diberikan. Dua penugasan itu bersama-sama menghasilkan pemahaman tentang spektrum kebutuhan nasabah perbankan di Jawa Timur yang sangat luas dan yang tetap relevan dalam setiap aspek karier barunya sebagai Branch Manager dan entrepreneur di ekosistem yang sama.
Perjalanan Karier yang Membentuk Perspektif Entrepreneur
Putu Harry Sasmita memasuki dunia entrepreneurship di Surabaya bukan sebagai seseorang yang baru memulai dari nol. Dua belas tahun di Bank Jatim yang melewati IT, Human Capital, dan operasional cabang langsung adalah fondasi yang sangat spesifik dan yang relevansinya terasa langsung dalam setiap keputusan yang harus diambil sebagai entrepreneur. Memahami sistem keuangan dari sisi teknis memberinya kemampuan untuk mengevaluasi infrastruktur teknologi bisnis yang dikelola dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh entrepreneur yang hanya memiliki latar belakang bisnis atau hanya memiliki latar belakang teknis. Memahami pengembangan manusia dari pengalaman langsung di Human Capital memberinya perspektif tentang bagaimana membangun tim yang produktif dari awal. Dan memahami operasional layanan langsung dari pengalaman memimpin cabang memberinya cara pandang tentang apa yang benar-benar dibutuhkan nasabah versus apa yang terlihat menarik dari perspektif pengembang produk.
Ekosistem bisnis Jawa Timur pada 2026 terus menghadirkan peluang bagi mereka yang memiliki kombinasi pemahaman yang tepat untuk memanfaatkannya. Putu Harry Sasmita dengan latar belakang perjalanan karier di Bank Jatim yang tidak konvensional dan yang melewati berbagai dimensi berbeda dari satu institusi yang melayani seluruh Jawa Timur berada di posisi yang sangat spesifik untuk melihat peluang-peluang itu dari sudut yang tidak dimiliki oleh kebanyakan pelaku bisnis di ekosistem yang sama. Perjalanan IT perbankan yang dimulai dari STIMIK Surabaya 1999 dan yang melewati lebih dari dua belas tahun pengalaman langsung di Bank Jatim adalah fondasi dari visi entrepreneur yang sedang ia bangun di kota yang sudah lama menjadi rumah dari seluruh perjalanan panjang itu.
