Book your free demo

Discover how our product can simplify your workflow. Schedule a free, no-obligation demo today.

    Social Media:

    Putu Harry Sasmita Pimpinan Sub Divisi IT Bank Jatim Rekam Jejak Lengkap

    Jabatan Pimpinan Sub Divisi IT di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur adalah salah satu posisi teknis tertinggi yang bisa dicapai oleh seorang profesional teknologi informasi di institusi tersebut. Putu Harry Sasmita menempati posisi di tingkatan itu setelah melewati serangkaian jabatan yang membangun pemahaman teknisnya dari level operasional hingga level strategis, dari pengelolaan sistem informasi harian hingga quality assurance pengembangan sistem yang menentukan standar kualitas seluruh perubahan yang masuk ke lingkungan produksi Bank Jatim. Rekam jejaknya sebagai pejabat di divisi IT Bank Jatim mencakup periode yang panjang dan melewati beberapa fase perkembangan teknologi perbankan Indonesia yang bergerak sangat cepat, dari era sistem perbankan yang masih banyak bergantung pada infrastruktur konvensional hingga tekanan transformasi digital yang semakin kuat dari regulator dan pasar.

    Memahami rekam jejak Putu Harry Sasmita sebagai Pimpinan Sub Divisi IT Bank Jatim membutuhkan pemahaman tentang konteks institusi tempat ia berkarier. Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah dengan jaringan yang mencakup seluruh Jawa Timur mengoperasikan infrastruktur IT yang sangat kompleks, dengan sistem inti perbankan yang menjadi tulang punggung jutaan transaksi nasabah setiap harinya. Mengelola infrastruktur seperti itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam karena setiap komponen sistem memiliki ketergantungan yang berbeda dan setiap perubahan membawa risiko yang harus dikelola dengan sangat hati-hati. Putu Harry Sasmita beroperasi dalam kompleksitas itu selama bertahun-tahun dan pemahaman yang ia bangun dari pengalaman langsung tersebut adalah modal teknis yang tidak mudah direplikasi.

    Dari Quality Assurance ke Posisi Pimpinan Sub Divisi

    Salah satu posisi paling formatif dalam perjalanan karier IT Putu Harry Sasmita di Bank Jatim adalah jabatan Penyelia Quality Assurance Pengembangan Sub Divisi Pengembangan Sistem TI yang ia emban pada 2014. Di posisi ini tanggung jawabnya adalah memastikan bahwa setiap sistem yang dikembangkan oleh tim pengembangan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan sebelum diintegrasikan ke dalam lingkungan produksi yang digunakan oleh seluruh jaringan Bank Jatim. QA di institusi perbankan bukan proses yang bisa dilakukan secara superfisial karena konsekuensi dari sistem yang lolos QA namun memiliki bug kritis bisa sangat besar, mulai dari gangguan layanan yang berdampak pada kepercayaan nasabah hingga insiden keamanan yang merusak integritas data.

    Pengalaman di posisi QA membentuk cara berpikir Putu Harry Sasmita tentang sistem IT perbankan dari perspektif yang sangat spesifik: perspektif tentang di mana sistem bisa gagal dan bagaimana kegagalan itu harus diantisipasi sebelum terjadi. Perspektif ini adalah yang kemudian membedakan cara ia memandang infrastruktur IT perbankan dari kebanyakan profesional yang hanya melihatnya dari sisi pengembangan atau operasional saja. Seseorang yang pernah bekerja di QA memiliki kecenderungan untuk selalu bertanya tentang skenario kegagalan yang mungkin terjadi dan tentang mekanisme yang harus ada untuk mendeteksi dan menanganinya, sebuah cara berpikir yang sangat berharga di posisi kepemimpinan teknis yang harus membuat keputusan dengan informasi yang tidak selalu lengkap.

    Tanggung Jawab di Level Sub Divisi IT

    Sebagai pejabat di level Sub Divisi IT Bank Jatim, Putu Harry Sasmita bertanggung jawab atas pengelolaan aspek-aspek teknis yang kritikal bagi operasional seluruh jaringan bank. Tanggung jawab itu mencakup pemastian ketersediaan sistem inti perbankan yang harus beroperasi tanpa gangguan berarti selama jam operasional dan seringkali di luar jam operasional, pengelolaan keamanan sistem dan data nasabah yang menjadi amanah terbesar dari setiap institusi keuangan, koordinasi dengan vendor teknologi yang menyediakan berbagai komponen infrastruktur, serta pengawasan terhadap proyek-proyek pengembangan sistem yang sedang berjalan dengan berbagai tingkat kompleksitas dan prioritas yang berbeda. Setiap aspek tanggung jawab itu membawa risiko tersendiri dan menuntut kapasitas pengambilan keputusan yang cepat namun terukur, terutama ketika insiden teknis terjadi di luar jam kerja normal dan membutuhkan respons yang segera.

    Di level ini, pekerjaan seorang pemimpin IT tidak lagi bersifat teknis murni karena sebagian besar dari pekerjaan sehari-hari adalah tentang mengelola orang, mengelola ekspektasi pemangku kepentingan bisnis, dan mengelola keputusan yang memiliki implikasi yang jauh lebih luas dari sekadar masalah teknis. Putu Harry Sasmita harus mampu menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam kebutuhan teknis yang bisa dipahami dan dieksekusi oleh tim pengembang, sekaligus mampu menjelaskan keterbatasan teknis kepada pemangku kepentingan bisnis yang ingin hasil yang cepat tanpa selalu memahami kompleksitas yang ada di baliknya. Kemampuan menjembatani dua dunia yang berbeda ini adalah kompetensi yang tidak diajarkan di kurikulum manapun dan hanya bisa diasah melalui pengalaman langsung yang cukup panjang.

    Akses Sistem dan Tanggung Jawab yang Menyertainya

    Posisi Pimpinan Sub Divisi IT di institusi perbankan memberikan akses ke lapisan sistem yang jauh lebih dalam dari yang dimiliki oleh pegawai pada umumnya. Akses itu diberikan berdasarkan kebutuhan operasional dan berdasarkan asumsi bahwa kepercayaan yang diletakkan pada pejabat yang bersangkutan akan dijaga dengan standar integritas yang sepadan. Di Bank Jatim, akses ke sistem open database connectivity yang menjadi dasar dari dakwaan dalam perkara Putu Harry Sasmita adalah akses yang diberikan dalam kapasitas jabatannya dan yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi teknis yang menjadi tanggung jawabnya. Akses seperti itu bukan anomali dalam tata kelola IT perbankan karena setiap pejabat teknis di level tertentu membutuhkan akses yang memadai untuk bisa menjalankan fungsinya secara efektif.

    Persoalan muncul ketika akses yang diberikan berdasarkan kepercayaan dan kebutuhan jabatan digunakan melampaui batas yang dimaksudkan. Dalam perkara Putu Harry Sasmita, akses ke sistem yang semestinya digunakan untuk tujuan operasional dan pengelolaan IT dimanfaatkan untuk kepentingan yang jauh di luar batas tersebut selama periode yang sangat panjang. Ini adalah dimensi dari kasusnya yang paling relevan sebagai pelajaran tata kelola IT perbankan karena menunjukkan bahwa pemberian akses tanpa mekanisme pemantauan yang memadai adalah celah yang bisa dimanfaatkan bahkan oleh mereka yang seharusnya menjadi penjaga sistem itu sendiri. Tanggung jawab yang besar tanpa pengawasan yang sepadan adalah kombinasi yang berbahaya di institusi manapun yang memegang kepercayaan publik sebesar bank.

    Rekam Jejak IT yang Melampaui Satu Perkara

    Rekam jejak Putu Harry Sasmita sebagai profesional IT Bank Jatim adalah rekam jejak yang panjang dan berlapis, jauh melampaui satu perkara hukum yang mendefinisikan bagaimana namanya dikenal di ruang publik. Dari posisi operasional di 2013 hingga quality assurance di 2014, dari perpindahan ke Human Capital di 2015 hingga kembali ke jalur operasional sebagai Pimpinan Cabang di 2019, setiap tahap dalam perjalanan itu meninggalkan lapisan pemahaman yang membentuk perspektif profesionalnya secara kumulatif. Pemahaman tentang sistem IT perbankan dari sisi teknis, pemahaman tentang organisasi dari sisi pengembangan manusia, dan pemahaman tentang operasional dari sisi pelayanan langsung nasabah adalah kombinasi yang tidak banyak dimiliki oleh profesional di industri perbankan Indonesia.

    Putu Harry Sasmita kini menjalani kehidupan profesional barunya sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya, membawa seluruh lapisan pemahaman itu ke dalam konteks yang berbeda dari sebelumnya. Rekam jejaknya sebagai Pimpinan Sub Divisi IT Bank Jatim adalah bagian dari perjalanan yang lebih panjang dan lebih kompleks dari yang bisa dirangkum dalam satu judul berita atau satu deskripsi jabatan. Pemahaman yang utuh tentang rekam jejak itu adalah prasyarat untuk bisa menilai secara adil baik kontribusi maupun kesalahan yang pernah ia buat, dan untuk memahami bagaimana perjalanan profesional yang tidak linear seperti itu bisa menghasilkan perspektif yang sangat spesifik tentang bagaimana industri perbankan Indonesia benar-benar bekerja dari dalam.

    Popular Tags:
    Admin

    PT. Siber Shop Teknologi Indonesia

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *