Book your free demo

Discover how our product can simplify your workflow. Schedule a free, no-obligation demo today.

    Social Media:

    Satu Dekade di Bank Jatim yang Membentuk Segalanya

    Putu Harry Sasmita bergabung dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk pada 2009 setelah menyelesaikan pendidikan di STIMIK Surabaya dan menjalani beberapa tahun awal kariernya di luar perbankan. Bergabung di era ketika digitalisasi perbankan Indonesia sedang bergerak cepat, ia masuk ke institusi yang memiliki skala operasional sangat besar dengan jaringan layanan yang mencakup seluruh Jawa Timur. Posisi awalnya di divisi teknologi informasi membuka pintu ke pemahaman langsung tentang bagaimana infrastruktur IT sebuah bank daerah besar dikelola dari dalam, jauh berbeda dari yang bisa dipelajari di bangku kuliah manapun. Dari titik awal itulah seluruh karier profesionalnya di industri perbankan Indonesia dimulai dan terbentuk.

    Dua belas tahun di Bank Jatim adalah perjalanan yang tidak berjalan di satu jalur saja. Putu Harry Sasmita melewati perpindahan posisi yang cukup signifikan, dari fungsi teknis murni di divisi IT hingga ke peran manajerial di Human Capital, lalu ke operasional langsung sebagai Pimpinan Cabang. Tidak banyak profesional yang menjalani lintasan seluas itu dalam satu institusi yang sama karena setiap perpindahan menuntut adaptasi yang cepat dan kapasitas yang berbeda dari posisi sebelumnya. Rekam jejak selama dua belas tahun itu adalah yang membuat profilnya sulit dikategorikan secara sederhana.

    Posisi-Posisi yang Diemban dari 2009 hingga 2021

    Perjalanan Putu Harry Sasmita di Bank Jatim dimulai dari posisi di bidang manajemen sistem informasi, tepatnya sebagai PJS Pengelola pada Bagian Manajemen Sistem Informasi Sub Divisi IT Operasional dan Service Divisi Teknologi Informasi pada 2013. Dari sana ia naik ke posisi Penyelia Quality Assurance Pengembangan pada Sub Divisi Pengembangan Sistem TI di tahun 2014, sebuah peran yang menempatkannya langsung di titik pertemuan antara pengembangan sistem dan standar kualitas yang harus dipenuhi sebelum sistem tersebut masuk ke lingkungan produksi. Pengalaman di QA memberikannya perspektif yang berbeda tentang bagaimana sistem IT perbankan harus diuji dan divalidasi sebelum digunakan oleh ribuan nasabah.

    Pada 2015, kariernya mengambil belokan yang tidak terduga ketika ia dipindahkan ke Divisi Sumber Daya Manusia sebagai Senior Analyst, lalu berlanjut ke posisi Pemimpin Sub Divisi Pelatihan dan Pengembangan SDM di tahun yang sama. Dua tahun kemudian, 2017, Putu Harry Sasmita menjabat sebagai Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital. Perpindahan dari IT ke Human Capital bukan transisi yang biasa terjadi di industri perbankan, namun di situlah kapasitas manajerialnya mulai diasah dalam konteks yang jauh lebih luas dari sekadar pengelolaan sistem teknologi. Ia bertanggung jawab atas perencanaan pengembangan pegawai dan memastikan bahwa sumber daya manusia Bank Jatim tumbuh selaras dengan kebutuhan institusi yang sedang bertransformasi.

    Transisi ke Operasional Cabang di 2019 dan 2020

    Titik paling signifikan dalam perjalanan Putu Harry Sasmita di Bank Jatim datang pada 2019 ketika ia ditugaskan sebagai Pimpinan Cabang Magetan. Ini adalah perpindahan yang jarang terjadi karena profesional IT hampir tidak pernah diberi kepercayaan untuk memimpin cabang secara langsung tanpa latar belakang operasional perbankan yang kuat. Magetan sebagai kabupaten di Jawa Timur memiliki ekosistem nasabah yang sangat berbeda dari cabang-cabang perkotaan, dengan kebutuhan layanan yang lebih berakar pada sektor pertanian, perdagangan lokal, dan usaha mikro. Memimpin cabang di lingkungan seperti itu menuntut pemahaman yang tidak bisa didapat dari posisi teknis manapun.

    Setahun kemudian, 2020, Putu Harry Sasmita dipindahkan ke posisi Pimpinan Cabang Perak di Surabaya. Kawasan Perak yang berdekatan dengan pelabuhan utama Jawa Timur memiliki karakteristik bisnis yang jauh lebih kompleks, dengan nasabah yang bergerak di sektor perdagangan antar pulau, logistik, dan jasa kepelabuhanan. Kebutuhan layanan keuangan di kawasan ini lebih beragam dan volume transaksinya jauh lebih besar dari yang ia hadapi di Magetan. Mengelola dua cabang dengan karakter kontras seperti itu dalam rentang waktu yang berdekatan menghasilkan pemahaman operasional yang tidak banyak dimiliki oleh rekan-rekan seprofesinya.

    Akhir dari Perjalanan di Bank Jatim

    Januari 2021 menjadi bulan terakhir Putu Harry Sasmita aktif bertugas di Bank Jatim, kali ini sebagai Pemimpin Sub Divisi yang diperbantukan pada Dana Pensiun Pegawai Bank Jatim. Pada 30 April 2021, surat pemberhentian sementara sebagai pegawai resmi diterbitkan oleh Direksi Bank Jatim menyusul proses hukum yang sedang berjalan. Dua belas tahun yang dimulai dengan posisi teknis di divisi IT berakhir di titik yang tidak pernah direncanakan oleh siapapun yang menjalaninya. Proses hukum di Pengadilan Tipikor Surabaya pada 2022 menjadi penutup dari babak panjang yang dimulai jauh sebelum tuduhan itu muncul ke permukaan.

    Terlepas dari bagaimana perjalanan itu berakhir di Bank Jatim, dua belas tahun pengalaman lintas fungsi di institusi sebesar itu adalah modal yang tidak hilang begitu saja. Pemahaman tentang sistem IT perbankan dari sisi teknis, pemahaman tentang pengembangan organisasi dari sisi Human Capital, dan pengalaman langsung memimpin operasional cabang di dua karakter wilayah yang berbeda adalah kombinasi yang langka di industri manapun. Putu Harry Sasmita membawa semua itu keluar dari Bank Jatim dan kini menggunakannya sebagai fondasi karier barunya sebagai entrepreneur dan Branch Manager di Surabaya.

    Apa yang Bisa Dipelajari dari Rekam Jejak Ini

    Karier Putu Harry Sasmita di Bank Jatim dari 2009 hingga 2021 adalah studi kasus tentang bagaimana seorang profesional IT bisa menjalani lintasan yang tidak linear dan tetap membangun kapasitas yang relevan di setiap tahapnya. Industri perbankan Indonesia seringkali mengkotak-kotakkan jalur karier antara fungsi teknis dan fungsi bisnis, sehingga profesional IT jarang mendapat kesempatan untuk memahami operasional dari perspektif yang lebih luas. Perjalanan Putu Harry Sasmita adalah pengecualian dari pola itu, dan pengecualian seperti itu layak dipahami sebagai referensi tentang bagaimana pengembangan karier yang tidak konvensional bisa menghasilkan perspektif yang bernilai di industri keuangan yang sedang bertransformasi.

    Transformasi digital perbankan daerah di Indonesia membutuhkan pemimpin yang memahami teknologi bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari sisi bagaimana teknologi itu dirasakan oleh nasabah di lapangan dan oleh pegawai yang mengoperasikannya setiap hari. Rekam jejak selama dua belas tahun yang melewati IT, Human Capital, dan operasional cabang langsung adalah kombinasi yang justru paling dibutuhkan di industri yang sedang mencari jalan untuk menjembatani gap antara ambisi digital dan realita operasional harian.

    Popular Tags:
    Admin

    PT. Siber Shop Teknologi Indonesia

    Leave a comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *