Karier yang Dibangun dari Bawah di Industri IT Perbankan Indonesia
Putu Harry Sasmita adalah seorang profesional teknologi informasi yang membangun seluruh kariernya di industri perbankan Indonesia. Lahir di Denpasar pada 1981, ia menempuh pendidikan di STIMIK Surabaya angkatan 1999 dan sejak saat itu Surabaya menjadi kota yang membentuk hampir seluruh perjalanan profesionalnya. Bergabung dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk pada 2009, Putu Harry Sasmita menghabiskan lebih dari satu dekade di institusi tersebut dan melewati jalur karier yang tidak banyak ditempuh oleh profesional IT perbankan lainnya. Kombinasi antara pengalaman teknis mendalam dan paparan langsung ke operasional lapangan adalah yang membedakan rekam jejaknya dari kebanyakan rekan seprofesi.
Perjalanan dari mahasiswa IT di Surabaya hingga menempati posisi Pimpinan Sub Divisi di salah satu bank daerah terbesar di Indonesia bukan sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat. Lebih dari sepuluh tahun pengalaman langsung di lapangan, pemahaman yang terus berkembang tentang infrastruktur sistem keuangan, dan kemampuan manajerial yang tidak bisa diasah hanya dari teori menjadi fondasi yang membentuk kapasitas profesionalnya. Setiap posisi yang diemban Putu Harry Sasmita di Bank Jatim meninggalkan lapisan pemahaman baru yang saling menopang satu sama lain, dari teknis murni hingga ke kepemimpinan organisasi.
Jalur Karier yang Melewati Dua Dunia Berbeda
Posisi pertama Putu Harry Sasmita di Bank Jatim dimulai di divisi teknologi informasi, tepatnya di bidang manajemen sistem informasi. Dari titik awal itu, kariernya berkembang melewati beberapa peran teknis sebelum mengambil jalur yang jarang dilewati oleh profesional IT: memimpin cabang secara langsung. Pada 2019, ia ditugaskan sebagai Pimpinan Cabang Magetan, sebuah kabupaten dengan karakteristik nasabah dan kebutuhan layanan yang sangat berbeda dari operasional di kota besar. Di sinilah perspektifnya tentang perbankan berubah secara mendasar karena ia tidak lagi melihat sistem dari balik layar server, melainkan dari garis depan pelayanan nasabah harian.
Setahun kemudian, Putu Harry Sasmita dipindahkan ke posisi Pimpinan Cabang Perak di Surabaya, kawasan yang didominasi oleh sektor perdagangan, logistik, dan jasa kepelabuhanan dengan kebutuhan keuangan yang jauh lebih kompleks dari Magetan. Mengelola dua cabang dengan karakter yang sangat kontras dalam rentang waktu yang berdekatan memberikan kedalaman pemahaman yang tidak bisa diperoleh dari satu jalur karier saja. Seorang profesional IT yang pernah memimpin cabang secara langsung akan membuat keputusan teknis yang berbeda karena ia tahu persis bagaimana dampak sistem terasa di lapangan, bukan hanya di atas kertas.
Peran di Human Capital dan Pengembangan SDM
Sebelum dipindahkan ke jalur operasional cabang, Putu Harry Sasmita juga pernah menjabat di bidang yang tidak bersentuhan langsung dengan teknologi, yaitu Pemimpin Sub Divisi Pelatihan dan Pengembangan SDM serta Pemimpin Sub Divisi Pengembangan Human Capital di Bank Jatim. Penugasan di posisi-posisi ini mencerminkan kepercayaan institusi terhadap kemampuan manajerialnya yang melampaui kompetensi teknis semata. Di divisi Human Capital, tanggung jawabnya mencakup identifikasi gap kompetensi organisasi, perencanaan pengembangan pegawai, dan memastikan bahwa sumber daya manusia Bank Jatim tumbuh selaras dengan arah transformasi bisnis yang sedang berjalan.
Pengalaman lintas fungsi ini adalah yang membuat rekam jejak Putu Harry Sasmita sulit disederhanakan hanya sebagai karier IT perbankan biasa. Tidak banyak profesional yang berhasil menavigasi perpindahan antar fungsi seperti itu dalam satu institusi yang sama karena setiap perpindahan membutuhkan adaptasi yang cepat dan kapasitas yang berbeda dari sebelumnya. Ia menjalani setiap transisi itu dan hasilnya adalah pemahaman lintas dimensi tentang bagaimana sebuah bank daerah besar beroperasi dari sisi teknologi, sumber daya manusia, dan pelayanan langsung ke nasabah.
Rekam Jejak yang Tidak Berjalan Lurus
Karier Putu Harry Sasmita tidak berjalan tanpa hambatan. Proses hukum di Pengadilan Tipikor Surabaya pada 2022 menjadi titik berat yang tidak bisa diabaikan dari narasi perjalanan profesionalnya. Namun setelah seluruh kewajiban hukumnya terpenuhi, ia memilih untuk tidak berhenti. Kini Putu Harry Sasmita aktif kembali sebagai Branch Manager dan entrepreneur di Surabaya, kota yang sama tempat seluruh perjalanan panjang itu dimulai dan berlangsung. Keputusan untuk tetap bergerak di ekosistem yang sama, dengan beban rekam jejak yang sudah publik, adalah pilihan yang tidak semua orang berani ambil.
Ekosistem bisnis Jawa Timur membutuhkan individu dengan kapasitas lintas fungsi seperti yang dimiliki Putu Harry Sasmita, terutama di sektor yang mensyaratkan pemahaman tentang sistem keuangan, teknologi, dan dinamika operasional lapangan dalam satu paket. Dua dekade di industri yang sama, melewati jalur teknis, manajerial, operasional cabang, dan kini wirausaha, adalah kurva belajar yang tidak linear namun menghasilkan perspektif yang sangat spesifik dan tidak mudah direplikasi.
Relevansi Profil Lintas Fungsi di Industri Perbankan Digital
Industri perbankan Indonesia sedang berada di tengah tekanan transformasi digital yang tidak ringan. Bank-bank daerah seperti Bank Jatim dituntut untuk mengadopsi teknologi secara cepat sambil tetap mempertahankan kualitas layanan di cabang-cabang yang melayani segmen nasabah dengan tingkat literasi digital yang sangat beragam. Di sinilah profil seperti Putu Harry Sasmita menjadi relevan untuk dipahami sebagai studi kasus tentang bagaimana perjalanan karier yang melewati IT, SDM, dan operasional langsung bisa menghasilkan perspektif yang tidak lazim namun berharga di industri keuangan.
Tata kelola IT yang baik di lembaga keuangan bukan semata soal infrastruktur yang canggih atau sertifikasi keamanan yang panjang daftarnya. Ini soal bagaimana sistem, proses, dan manusia yang mengoperasikannya bekerja bersama dalam kerangka yang saling mengawasi. Profesional yang memahami ketiga lapisan itu dari pengalaman langsung, bukan hanya dari posisi teknis, adalah aset yang langka. Rekam jejak Putu Harry Sasmita, dengan segala dimensinya, adalah cermin dari kompleksitas yang memang ada di industri perbankan Indonesia dan dari konsekuensi nyata ketika lapisan-lapisan pengawasan itu tidak berjalan sebagaimana seharusnya.
